Investasi Fiktif Taspen Rugikan Negara Rp200 M, Ini Fakta Lengkapnya!

Kasus dugaan investasi fiktif Taspen terus bergulir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi, termasuk Direktur PT Insight Investment Management (PT IIM), Thomas Harmanto S., terkait kasus investasi fiktif Taspen tahun 2019.

Selain Thomas, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap karyawan PT IIM Genta Wira Anjalu dan pihak swasta Yongky Wijaya. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (26/3).

“KPK melakukan serangkaian tindakan penyidikan berupa penyitaan uang sebesar Rp150 miliar dari sebuah korporasi swasta (PT F),” ujar juru bicara KPK, Tessa Mahardhika soal investasi fiktif Taspen.

Dana tersebut diduga berkaitan dengan investasi menyimpang yang melibatkan tersangka ANS Kosasih dan pihak lainnya.

KPK sebelumnya telah menahan mantan Direktur Utama PT Taspen, Antonius Nicholas Stephanus Kosasih (ANS Kosasih), sebagai tersangka utama dalam perkara investasi fiktif Taspen. Ia diduga menempatkan dana investasi sebesar Rp1 triliun secara tidak sah pada reksa dana RD I-Next G2 yang dikelola PT IIM.

Selain Kosasih, KPK juga menetapkan Direktur Utama Insight Investment Management, Ekiawan Heri Primaryanto, sebagai tersangka. Lembaga antirasuah menduga perbuatan tersebut telah merugikan keuangan negara sedikitnya Rp200 miliar.

“Dana investasi itu setidaknya menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp200 miliar,” ujar Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu.

Dugaan korupsi ini juga menguntungkan sejumlah pihak. PT IIM disebut menerima keuntungan sebesar Rp78 miliar, sementara perusahaan-perusahaan lain yang terafiliasi dengan para tersangka juga turut menerima aliran dana.

Kasus investasi fiktif Taspen menjadi perhatian publik karena melibatkan dana pensiun yang semestinya dikelola dengan penuh kehati-hatian dan integritas. KPK menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini dan menyeret semua pihak yang terlibat.

Demikian informasi seputar kasus investasi fiktif Taspen. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Tuluskarya.Com.